Titipan angkara mereka yang tak bisa lagi bersuara/ ini muara semua murka lawas yang kehilangan nyawa/ dalam hitungan langkah kami kan isi angkasa/ dengan ribuan pekik yang sama saat kalian terbakar bersama bara/ terlalu kentara, manuver mereka memplot penjara/ hukum, moral, kebebasan, dan batas surga dan neraka/ merancang kontrol bawah sadar serupa bius pariwara/ menjagai setiap inci palang pintu modal dengan tentara/ sebelum waktu yang banal, jumud berkanal/ demi semua momen heroik yang tak pernah tercatat dalam tanggal/ biarkan mereka lafal semua peringatan yang mereka hafal/ setiap ayat pasal karet pertahanan para tiran berpangkal/ kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan/ saat tak ada opsi tersisa selain berdiri menantang para tiran / saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan ditengah medan/ kawan, mana kepalan kalian!
serupa biksu Burma dihadapan moncong senapan/ serupa malam Januari yang menandai Chiapas/ serupa seruan Chavez didepan muka Amerika/ serupa tangan intifada yang melempar batu di Palestina/ serupa siklus ronta setiap kota pasca amok Seattle/ serupa rudal Hizbullah di daerah pendudukan/ serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran dititik nadir perhitungan
kami menolak menjadi bidak, sekedar sekrup dan tumbal/ target pemasaran sampah industri kapital global/ sekedar hidup lurus dalam dikte penguasa arus/ sekedar kalian tahu kami akan bertahan sampai mampus/ kalian awetkan hegemoni dengan balsam mumi anti-terror/ kombinasi intel dan preman menebar horor/ kalian kerangkeng kami dengan pembenaran semantik/ kami rancang kalam puitik yang lebih bersenjata dari ribuan manifesto politik/ kaya semakin kaya, miskin semakin papa/ dan kalian dapat tetap berlindung dibalik retorika nasib dan samsara/ lakukan apapun termasuk menjadi tuhan/ kami akan berdiri disini, tak sendiri, hingga nafas penghabisan/ kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan/ saat tak ada opsi tersisa selain berdiri menantang para tiran, / saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan ditengah medan kawan, mana kepalan kalian!
serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik/ serupa panen terakhir para petani penggarap/ serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran / serupa pilihan terakhir para pasifis dihadapan kekerasan negara/ serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap/ serupa pilihan terakhir keluarga korban kekerasan negara/ serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan/ yang menantang setiap tiran dititik nadir perhitungan