Selasa, 31 Desember 2013

HOMICIDE - ILLSURREKSHUN

[Sarkasz] 
Melepas kekang kendali pada hitungan detik kematian/ Satuan laskar aksara penghancuran dinding keterasingan/ Rima ini melintang ditengah ribuan riba yang menagih hutang/ Rintangi bantuan luar negeri yang bernegosiasi dalam bahasa musang/ Menghuhunus belati kalam profan pada altar persetubuhan/ Yang berbagi tuhan bersama kuasa modal dalam wujud siluman berturban/ Mutan susupan McD layaknya iblis marduk yang membuang pelanduk/ Merangsek setiap pintu masuk yang tak fitrah tanpa sarung cap Gajah Duduk/ Tak sudi membusuk menanti panggilan di parkiran Imam Mahdi/ Dalam simulasi hidup yang meraga dalam masturbasi Raam Punjabi/ Kami tandingi setiap eksistensi dari sekedar menjual dan membeli/ Menyembah dan mematuhi, segala konon yang tak lama lagi kami akhiri/ Kami kembali mengangkat setiap kepala yang tertunduk untuk berhenti / meratapi Tuhan yang telah mati dikhianati profit, dominasi dan ekspansi/ Satu barisan, ribuan mimpi, kami hidupkan kuasa amorfati/ yang berdiri tegak mandiri tanpa Bank Mandiri/ Hiphop harakiri, negasi hidup dari lanskap yang terkooptasi/ Di saat setiap bongkahan emas di Freeport telah lelah menjadi saksi/ Korporat Rambo dan kacung W.T.O yang tengah bermimpi/ Berkomposisi bak Guantanamo sekolosal mega-orkestra Steve Albini/ Kalian amini manipulasi informasi yang beramunisi ritual dekadensi/ Berplot genosida berkoneksi kabel TV/ Maka surga neraka yang kami hadirkan dalam kombinasi terkini/ Biner termutilasi pada setiap lanskap insureksi yang mereka kafiri 

 [Morgue Vanguard] 
Ribuan kepalan yang mengakar pada reruntuhan atlas/ Meranggas pada batas hirarki antara mikropon dan karkas/ Hari ini mulailah berhenti mempertanyakan kualitas gundukan rima/ Dengan populasi MC yang lebih padat dari Cicadas/ Sepanas lubang anus kalian disodomi korporasi tanpa pelumas/ Kami bayar lunas semua tagihan pay dues sejak zaman Itang Yunas/ Kami pangkas semua manuver Ken Arok di tengah belukar riba pasar/ Agen makar membuang hajat pada pelataran dan tangga altar/ Kami hajar semua kebangkitan berhala, ideologi gembala/ Hidup yang menolak bergantung pada para saudagar serupa Yusuf Kalla/ Para imam korporasi yang khusuk di kala merancang sangkala tiruan/ Yang ditunggangi zionis imperealis yang mencoba menabur bala/ Rima ini adalah Kayutsha, Sahin, Fajr dan Zetzal/ Penghantam barisan produk korporasi pemasok Israel di toserba yang berjejal/ Pelumatan kollateral / kombatan prosa hypereal/ Plot pencahar agenda laskar laba yang lebih Tsar dari semua tiran dan kaisar/ Satuan lingkar risalah yang hidup dari kepulan asap/ Yang kami hisap dari manual hisab lapangan mu yang terbakar/ Rima ini lebih sakti dari Pancasila, yang siap menantang invasi/ Dari jadah global Sony hingga korporat domestik serupa Bakrie/ Kontra-takdir serupa satuan sayap ababil yang menabur kerikil/ Pada jalur komando dari Pentagon hingga Kodam, Kodim dan Koramil/ Pada kontrak para merkantil yang menggadai Cepu pada Exxon Mobil/ Kami rakit ribuan prosa martil/ Bagi mesin lobi Rupert Murdoch yang menagih martir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar