Kamis, 23 Februari 2012

Midnight Mosque Song

I wished you were dead that night
Where a rotten rat corpse caught my sight
Cats would fought on things you laugh about
So I stepped off the curbs that were dirtier than I thought




Clouds were bold and grey
So I stopped by a mosque and prayed
But sky were cold and grey
So I stopped by a mosque and prayed


I could feel the street
I’m not scare of things that once had shivered my feet
And lads would fought on things you’d laugh about
So I stepped off the curbs that were dirtier than I thought

Rabu, 01 Februari 2012

sarasvati - danur


Derap langkahku terseok
Amar harap elok
Badik sayati relungku
Pijarmu memaku

Secampin kau terilhami
Asa kerap mati
Tegarlah kau disampingku
Cabir tak berliku

Lunglai kita saling menggenggam, risau hilang meski mencekam
Cadung  jiwa terus berlayar, meski kelam selalu berputar

Geletar hati gentar isak tangis pudar
Rinai hujan menebar
Dan intuisi jiwa berakhir nestapa
Kita tetap berdua

Selasa, 31 Januari 2012

Cacat di Jiwa



sejak dia lahir dia sudah dikaruniai oleh kutukan,terlahir sempurna dengan sedikit kelebihan, dia tidak tau apa maksud dari semua itu, berharap melihat cahaya ternyata samar yang terdampar, mencoba untuk berlalu tapi malah semakin pilu,semua orang terbahak melihat kelebihanya. dia coba bersabar tanpa gentar tapi tetap saja pada akhirnya dia terkapar.
malu ,resah, gelisah semakin merambah, semakin dalam semakin dasar dia terhempas,sabar itu mudah tapi ikhlas sulit untuk di gambarkan.
dia mencoba normal seperti yang lainya dengan rasa takut yang berlebihan di dalam jiwa remuknya. saat semua berlalu muncul hal yang tak terduga semua orang menertawakan darimana dia berasal lukanya bernanah kembali,bukanya semakin kuat dia melangkah malah semakin jatuh tersungkur dia merangkak di setiap harinya.
lamunan,hayalan,cacian,kutukan,rasa benci semakin memuncak. dia tidak kuat menahan tekanan terkecil sekalipun. di saat semua orang akan menjadi tegar, dia semakin terlempar jauh dari kehidupan nyata.
hanya pemilik surga yang menyayanginya melibihi siapapun, membuatnya tersenyum, membuatnya merasa punya kehidupan, walau terkadang dia tidak sadar ada yang menyayanginya dari lahir sampai ajalnya kelak.
di saat dia mendapatkan kehidupan yang selayaknya si pemilik surga jadi penghuni surga, dia terhenyak dikala ia tersadar, dia mencari, dia teringat, dia menangis sekencang-kencangnya, dia memaki si penguasa ajal dari terbit hingga terbenam ; “KENAPA?”
bertahun-tahun harapan hilang oleh sedetik ajal, dia berpikir mungkinkah ada emas digundukan sampah?
terkadang dia tersadar bahwa hidup tanpa rasa syukur itu salah, tapi di saat sepi menghantui, di saat kenangan membayang hatinya melebur kelam, hanya sumpah serapah yang dia ucap, jeritan-jeritan nada terluka, hampa.
kini dia terpuruk tak berarti, rasa sesal,benci,takut,marah berkecambuk di dalam hatinya, dia berharap ada yang menyadarkannya dan ada yang mengajarinya cara bersyukur sebelum si penguasa ajal menunjukan kasih sayangnya yang di luar nalar...

Jumat, 20 Januari 2012

just bring it to the end


MATI

sirna semua saat mata terpejam
dunia yang fana tak lagi bermakna
suram,samar,gelap tiada tara
terhimpit sesal semakin terasa

langkah kian menjauh
tubuh kian melepuh
terang tak kunjung datang
diri semakin terbenam

menunggu keputusan yang akan menjelang
 mencari makna dari dunia yang hilang
  tubuh terkunci kaku
   jiwa terbalut pilu

Diriku Yang Hina


LEMAH

jiwaku lumpuh berbalut murung
malu,resah cerminku meracau
bukan putih tapi abu-abu
kain tanpa jahitan tinggal menunggu waktu

sekarang disini aku tertunduk lesu
menunggu melati dan mawar menaburiku
bukan tingkah yang ku kerja
tapi do’a yang ku baca

hina serasa dalam renungan
keheningan jadi pilihan
pemilik nafas tak merestu
pemilik surga menggerutu

nadi dan darah,takdir dan tanah
rasa sesal kian merambah
aku kalah...

Kamis, 19 Januari 2012

rinduku padamu ibu


IBU

hasrat dan asa terlilit cerca
jiwa yang hilang terbelit duka
hitam kelam tersulam senja
bukit hati kian merana

jejak kaki tak akan terulang
amat sesal sangat terngiang
hitam kelam tersulam senja
jiwa yang hilang terbelit duka

kutulis isyarat ajal yang sudah tersurat
tanah dan air menjadi teman lelahnya
dan kubawa cahayanya hingga akhirat
bersama ringkih dan rapuh hidupnya