LEMAH
jiwaku
lumpuh berbalut murung
malu,resah
cerminku meracau
bukan
putih tapi abu-abu
kain
tanpa jahitan tinggal menunggu waktu
sekarang
disini aku tertunduk lesu
menunggu
melati dan mawar menaburiku
bukan
tingkah yang ku kerja
tapi
do’a yang ku baca
hina
serasa dalam renungan
keheningan
jadi pilihan
pemilik
nafas tak merestu
pemilik
surga menggerutu
nadi
dan darah,takdir dan tanah
rasa
sesal kian merambah
aku
kalah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar